Sabtu, 01 Maret 2014

teori perdagangan Stolper-Samuelson

TEORI PERDAGANGAN STOLPER - SAMUELSON


MAKALAH
Untuk memenuhi tugas matakuliah
Ekonomi Internasional
yang dibina oleh Bapak Dr. Imam Mukhlis, SE, MSi

oleh:
Siti Nur Asisze        120431413947
Sri Bawon Suci       120431400254
Venny Puspasari     120431426413
Vindharani              120431426410
Widya Audry          120431426441




UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN EKONOMI DAN STUDI PEMBANGUNAN

Februari 2014




KATA PENGANTAR

            Penulis mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT, karena berkat rahmat, taufik, dan hidayah-Nya dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan judul Teori Perdagangan Stolper - Samuelson secara baik dan lancar. Selesainya penulisan makalah ini tidak lepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis mengucapakan terima kasih, terutama kepada:
1.        Bapak Dr. Imam Mukhlis, SE, MSi selaku dosen pembimbing matakuliah Ekonomi Internasional.
2.         Anggota kelompok yang telah bekerja keras menyelesaikan makalah ini.
3.        Teman-teman yang telah membantu menyelesaikan makalah ini yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

            Penulis menyadari bahwa apa yang disajikan dalam makalah ini masih banyak kekurangan, baik dari segi isi maupun penulisannya. Kekurangan-kekurangan tersebut disebabkan oleh kelemahan dan keterbatasan pengetahuan serta kemampuan penulis baik disadari maupun tidak. Hanya dengan kearifan dan bantuan dari berbagai pihak untuk memberikan saran dan kritik yang konstruktif. Kekurangan-kekurangan tersebut dapat diperkecil sehingga makalah ini dapat memberikan manfaat yang maksimal.

Malang, Februari 2014


      Penulis


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang........................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah................................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan Makalah...................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Asal Mula Munculnya Teori Stolper-Samuelson..................................... 2
2.2 Teori Perdagangan Menurut Stolper-Samuelson...................................... 4
2.3 Contoh Dari Penjelasan Teori Stolper-Samuelson................................... 5
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan............................................................................................. 7
BAB IV DAFTAR PUSTAKA...................................................................... 8


                                                              BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Dalam memenuhi kebutuhan negaranya, suatu negara tidak akan mampu menghindar dari yang namanya perdagangan internasional. Hal ini dikarenakan tidak ada negara yang mampu memnuhi semua kebutuhan dalam negerinya sendiri. Dalam melakukan perdagangan internasional ini menuntut semua pihak untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan dan mampu memperoleh profit yang bermanfaat bagi keberlangsungan perekonomian negara yang bersangkutan.
Untuk melaksanakan perdagangan ini, setiap negara harus memperhatikan beberapa hal jika ingin mendaptkan keuntungan dari kegiatan tersebut. Sejak dulu banyak para ahli ekonomi yang telah menyumbangkan pemikirannya mengenai hal ini. Sekarang kita mengenalnya sebagai teori perdagangan. Teori perdagangan ini ada yang klasik dan modern. Beberapa teori perdagangan yang terkenal salah satunya adalah teori perdagangan stolper-samuelson yang menyempurnakan teori-teori sebelumnya. Teori ini membahas bagaimana kenaikan tarif komoditi terkait dengan kenaikan penghasilan faktor-faktor produksi.
1.2  Rumusan Masalah
1.2.1                  Bagaimanakah asal mula munculnya teori stolper-samuelson?
1.2.2                  Bagaimanakah teori perdagangan menurut stolper-samuelson?
1.2.3                  Apakah contoh dari penjelasan teori stolper-samuelson?
1.3  Tujuan  Penulisan
1.3.1                  Mengetahui  asal mula munculnya teori stolper-samuelson.
1.3.2                  Memahami dan menjelaskan teori perdagangan menurut stolper-samuelson.
1.3.3                  Mampu memberikan contoh dari penjelasan teori stolper-samuelson.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Asal Mula Munculnya Teori Stolper – Samuelson
Perdagangan Internasional dapat diartikan sebagai transaksi dagang antara
subyek ekonomi negara yang satu dengan subyek ekonomi negara yang lain, baik
mengenai barang ataupun jasa-jasa. Adapun subyek ekonomi yang dimaksud adalah penduduk yang terdiri dari warga negara biasa, perusahaan ekspor, perusahaan impor, perusahaan industri, perusahaan negara ataupun departemen pemerintah yang dapat dilihat dari neraca perdagangan.
Perdagangan atau pertukaran dapat diartikan sebagai proses tukar menukar
yang didasarkan atas kehendak sukarela dari masing-masing pihak. Masing-masing pihak harus mempunyai kebebasan untuk menentukan untung rugi dari pertukaran tersebut, dari sudut kepentingan masing-masing dan kemudian menetukan apakah ia mau melakukan pertukaran atau tidak.
Pada dasarnya terdapat dua teori yang menjelaskan mengenai timbulnya perdagangan internasional, yaitu teori Klasik dan teori Modern. Di dalam teori modern ini terdapat salah satu teori yang disumbangkan oleh ekonom bernama Wolfgang Stolper dan Paul Samuelson. Teori ini dikenal dengan teori perdagangan stolper – samuelson, yang menyempurnakan teori sebelumnya.
Teori modern muncul dari reaksi teori klasik dengan pelopor BERTH, OHLIN selanjutnya dikembangkan dan di sempurnakan oleh ELI HOCKSCHER  yang lebih di kenal dengan teori H O setelah di sempurnakan oleh SAMUELSON kemudian kita kenal dengan teori HOS ( HOCKSCHER - OHLIN - SAMUELSON ) yang menyatakan bahwa :
1.   Pengaruh biaya transportasi yang dalam teori Klasik dianggap tidak ada.
2.   Pemakaian tiga faktor produksi neoklasik (tanah,modal,tenaga kerja ).
3.  Pemberian arti biaya sebagai harga faktor-faktor produksi dalam uang sebagai ganti teori nilai atas dasar tenaga kerja.
4. Menitik beratkan pentingnya pengertian tentang produk yang saling ketergantungan dan pasar serta harga faktor produksi lain yang mendorong perdagangan
5.  Perdagangan berpengaruh terhadap harga -harga yang harus di bayar untuk berbagai faktor produksi yang di pakai dalam menghasilkan barang-barang yang ekspor /tidak di gunakan asumsi bahwa distribusi pendapatan tidak lagi di gunakan .
Teori H-O merupakan kelanjutan dan penyempurnaan teori keunggulan absolut dan keunggulan komparatif dimana dua teori tersebut menganjurkan terwujudnya perdagangan bebas secara internasional atas spesialisasi dan pembagian kerja. Pada gilirannya dua teori klasik tersebut mendasarkan spesialisasi dan pembagian kerja atas teori nilai buruh.
              Spesialisasi dan pembagian kerja internasional juga dianjurkan teori H-O. Akan tetapi dasarnya adalah berlimpahnya faktor produksi yang dimiliki suatu negara dan harganya murah (cheap factor price). Disini factor price menggantikan labor value dalam teori klasik.
              Factor price menyangkut harga faktor-faktor produksi seperti upah untuk buruh, sewa untuk kekayaan alam dan tingkat bunga untuk balas jasa modal.
              Factor Endowments adalah tersedianya faktor-faktor produksi yang mendukung (endowment) dan melandasai perdagangan internasional seperti kekayaan alam, buruh dan kapital (didukung dengan teknologi).
            Ternyata, teori perdagangan internasional berdasarkan teori H-O belum sepenuhnya mampu menerangkan seluruh kegiatan bisnis dan perdagangan internasional. Menurut penelitian Leontief bahwa di tahun 1947, Amerika Serikat mengimpor komoditi yang sifatnya padat modal (kurang lebih 30% lebih besar dari ekspornya). Ini adalah suatu keanehan mengingat Amerika Serikat banyak memiliki modal dan teknologi. Keanehan yang ditemui Leontief dalam penelitiannya disebut Leontief paradox yang bisa dijelaskan teori H-O  (sampai sekarangpun Amerika Serikat masih impor mobil).
              Terdapat perdagangan komoditi secara internasional dalam industri yang sama (intra-industry trade) dimana masing-masing perusahaan yang menghasilkan produk yang sama (misalnya mobil) melakukan product differentiation (sama tetapi tidak serupa) untuk memenangkan persaingan. Gejala seperti itu juga tampaknya tidak bisa dijelaskan teori H-O. Akibatnya, ada reaksi dan terjadilah penyempurnaan teori klasik yang disampaikan oleh Paul Samuelson. Beliau mengungkapkan beberapa asumsi yang direvisi dari teori H-O sebelumnya. Beliau merupakan seorang ekonom Amerika Serikat. Lahir di Gary, Indiana, Amerika Serikat, pada 15 Mei 1915.
2.2 Teori Perdagangan Menurut Stolper – Samuelson
Teorema ini dibuat oleh Wolfgang Stolper dan Paul Samuelson pada tahun 1941. Teorema Stolper–Samuelson adalah teorema dasar dalam model Heckscher–Ohlin. Model ini mendeskripsikan hubungan antara harga relatif barang dengan perolehan faktor relatif, seperti gaji dan pendapatan modal.
Menurut teorema ini, berdasarkan beberapa asumsi ekonomi seperti skala hasil yang konstan, persaingan sempurna, dan kesetaraan jumlah faktor yang digunakan untuk sejumlah produk, peningkatan harga relatif suatu barang akan mengakibatkan peningkatan skala hasil faktor yang digunakan secara intensif untuk produksi barang tersebut, dan kejatuhan untuk skala hasil faktor lain.
Teorema ini menjelaskan bahwa kenaikan dalam harga relatif suatu komoditi (misalnya kenaikan yang diakibatkan oleh pemberlakuan tarif) akan menaikkan tingkat penghasilan bagi faktor-faktor produksi yang digunakan secara intensif dalam produksi komoditi tersebut. Dengan demikian, tingkat hasil riil dari faktor produksi yang relatif langka tersebut akan meningkat begitu tarif diberlakukan.
            Pemberlakuan tarif impor terhadap salah satu komoditi oleh pemerintah negara pengimpor meningkatkan perbandingan harga di negara tersebut dan dalam waktu berrsamaan juga meningkatkan harga atau tingkat hasil bagi tenaga kerja (yang merupakan faktor produksi langka di negara tersebut)
Secara keseluruhan , perekonomian negara pengimpor akan mengalami kerugian akibat pemberlakuan tarif. Hal itu hanya akan menguntungkan pemilik faktor produksi yang relatif langka (dalam hal ini adalah tenaga kerja), dan keuntungan mereka itu diperoleh atas pengorbanan pemilik faktor produksi yang relatif melimpah di negara tersebut. Pemikiran ini senantiasa berlaku untuk negara-negara kecil, dan hampir selalu untuk negara-negar besar dengan beberapa pengecualian.
2.3 Contoh Dari Penjelasan Teori Stolper – Samuelson
            Contoh relevansi dari teori ini, Indonesia yang memiliki tenaga kerja yang banyak mengekspor barang-barang hasil produksi padat karya. Sementara negara-negara Eropa yang padat modal lebih banyak mengekspor modal mereka.
Anggaplah ada suatu ekonomi yang hanya menghasilkan gandum dan pakaian, dengan buruh dan tanah sebagai satu-satunya faktor produksi. Gandum adalah industri yang menggunakan tanah secara intensif, sementara pakaian menggunakan buruh secara intensif. Asumsikan pula bahwa harga setiap produk sama dengan biaya marginalnya.
Harga baju adalah:

(1) P(C) = ar + bw

dengan P(C) sebagai harga baju, r biaya sewa yang dibayarkan untuk pemilik tanah, w gaji, a jumlah tanah yang digunakan, dan b jumlah buruh yang digunakan.
Harga gandum adalah:

(2) P(W) = cr + dw

dengan P(W) sebagai harga gandum r sewa, w gaji, c jumlah tanah yang digunakan, dan d jumlah buruh yang digunakan.
Jika harga baju naik, paling tidak salah satu faktornya juga menjadi lebih mahal, karena jumlah relatif buruh dan tanah tidak dipengaruhi oleh harga yang berubah. Dapat diasumsikan bahwa yang menjadi lebih mahal adalah buruh, faktor yang digunakan secara intesif untuk produksi baju.
Ketika gaji naik, sewa harus turun agar persamaan 2 tetap benar. Namun jatuhnya harga sewa juga memengaruhi persamaan 1. Agar persamaannya tetap benar, peningkatan gaji harus lebih dari proporsional terhadap peningkatan harga baju.
Maka, peningkatan harga produk akan secara proporsional meningkatkan skala hasil faktor yang digunakan paling intensif, dan kejatuhan skala hasil faktor yang tidak digunakan secara intensif.




BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
             Teori H-O merupakan kelanjutan dan penyempurnaan teori keunggulan absolut dan keunggulan komparatif dimana dua teori tersebut menganjurkan terwujudnya perdagangan ebas secara internasional atas spesialisasi dan pembagian kerja. Pada gilirannya dua teori klasik tersebut mendasarkan spesialisasi dan pembagian kerja atas teori nilai buruh.
Teorema ini menjelaskan bahwa kenaikan dalam harga relatif suatu komoditi (misalnya kenaikan yang di akibatkan oleh pemberlakuan tarif) akan menaikan tingkat penghasilan bagi faktor-faktor produksi yang digunakan secara intensif dalam produksi komoditi tersebut.
Misalnya jika harga baju naik paling tidak salah satu faktornya juga akan menjadi lebih mahal karena jumlah relatif buruh dan tanah tidak dipengaruhi oleh harga yang berubah. Dapat diasumsikan bahwa yang menjadi lebih mahal adalah buruh, faktor yang digunakan secara intensif untuk produksi baju. Maka peningkatan harga produk akan secara proporsional meningkat skala hasil faktor yang digunakan paling intensif, dan kejatuhan skala hasil faktor yang tidak digunakan secara intensif.







BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
Haryono, Abdul. 2012.  Teorema Stolper-Samuelson. (Online) (http://3yoo.wordpress.com/2012/02/22/teorema-stolper-samuelson/). Di akses 4 Februari 2014.
Agustiani, Panca. 2012. Paul Antony Samuelson. (Online) (http://historycomunity.blogspot.com/2012/04/paul-antony-samuelson.html). Diakses  5 Februari 2014.
Hari, Syamsul. 2013. Teori Stolper Samuelson. (Online) (http://id.wikipedia.org/wiki/Paul_A._Samuelson). Diakses  5 Februari 2014.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar